Bone Mulai Transformasi Modernisasi Pertanian dengan PM-AAS
Bone, (8/5) – Tanam Padi Perdana Program Pertanian Modern - Advanced Agriculture System (PM-AAS) dilaksanakan di Kabupaten Bone sebagai upaya menjada produksi dan swasembada beras nasional. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Bonto Padang, Kecamatan Kahu, pada Jumat (8/5) dipimpin langsung oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, bersama Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Prof. Fadjry Djufry.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan langkah strategis transformasi dari sistem tradisional menuju ekosistem pertanian berbasis teknologi presisi yang lebih efisien dan kompetitif.
Menjawab Tantangan Masa Depan dengan Teknologi Presisi
Program PM-AAS hadir di Bone sebagai solusi konkret untuk meningkatkan indeks pertanaman dan hasil produksi. Prof. Fadjry Djufry menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk menjawab tantangan sektor pertanian masa depan, terutama dalam hal efisiensi biaya dan kecepatan kerja.
"Model PM-AAS ini adalah representasi dari transformasi pertanian modern kita hari ini. Melalui sistem ini, kita melakukan orkestrasi teknologi yang mampu meningkatkan populasi tanaman secara signifikan, hingga tiga kali lipat dibandingkan metode konvensional. Dengan populasi yang lebih padat namun terukur, target produktivitas minimal 10 ton per hektare sudah dibuktikan di berbagai daerah seperti Soppeng dan Subang. Maka bida dibilang bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah kepastian hasil," jelas Prof. Fadjry.
Beberapa pilar utama yang diimplementasikan di lahan Kahu meliputi:
-
Mekanisasi Pertanian: Penggunaan alat dan mesin modern mulai dari olah tanah hingga panen untuk menekan ketergantungan pada tenaga kerja manual.
-
Pertanian Presisi: Pengelolaan pemupukan yang lebih tepat sasaran dan penggunaan benih unggul bersertifikat untuk memastikan setiap rumpun padi tumbuh optimal.
-
Budidaya Terintegrasi: Penerapan jarak tanam rapat untuk populasi tanaman yang lebih padat, namun tetap terjaga kesehatannya melalui sistem pengawasan modern.
Komitmen Daerah dan Dukungan Pusat
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menegaskan bahwa modernisasi adalah sektor unggulan yang harus dikejar. Beliau mengapresiasi dukungan penuh Kementerian Pertanian RI dalam menghadirkan teknologi yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh petani di lapangan.
"Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen penuh mendorong percepatan adopsi teknologi ini. Jika produktivitas meningkat, maka kesejahteraan petani kita di Bone otomatis akan menjadi lebih baik," tegas Andi Asman.
Dukungan Nyata untuk Petani
Sebagai wujud nyata dukungan pemerintah pusat dan stakeholder, pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan bantuan strategis:
-
Bantuan Benih Padi Unggul: Diserahkan oleh Kepala BRMP kepada Bupati Bone untuk memastikan kualitas input produksi.
-
Bantuan Pupuk Petroganik: Diserahkan oleh Direktur Pupuk Indonesia kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bone guna mendukung kesuburan lahan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran OPD lingkup Pemkab Bone, Kepala Bulog, unsur Tripika Kecamatan Kahu, serta para penyuluh dan tokoh masyarakat yang antusias menyambut perubahan pola tanam ini.
Dengan dimulainya PM-AAS di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone kini telah resmi bergabung dalam ekosistem pertanian modern Sulawesi Selatan, bersiap untuk mencetak rekor produktivitas baru demi memperkuat ketahanan pangan nasional.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Reporter: Muchammad Fatchur Rizza